Contoh Mengenai Kecerdasan Spiritual

Belajar, belajar, dan belajar. Apa hanya itu saja yang mendukung kamu dalam menghadapi ujian? Itu tidak dirasa cukup, Bagaimana jika Allah mentakdirkan yang lain? Misalnya kamu sudah belajar semaksimal mungkin tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Maka dari itu kita butuh spiritual.

Waktu saya duduk di bangku SMA kelas XII IPA dan waktu itu saya akan menghadapi ujian nasional. Saya sudah belajar semaksimal mungkin, tetapi saya takut untuk menghadapi ujian nasional itu. Saya takut ketika saya mengerjakan soal ujian menjadi bingung dan membuat apa yang di pelajari selama ini blank. Tapi ibu saya bilang “Apapun hasilnya pasrahkan semuanya kepada Allah, kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, Allah tahu apa yang terbaik untuk kamu”. Akhirnya setelah itu saya sholat dan berdoa, saya pasrahkan semuanya pada Allah apapun hasilnya, karna Allah tahu apa yang terbaik buat kita.

Banyak orang yang melupkan hal itu. Ketika mereka melakukan sesuatu dan hasilnya tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka marah, down, dan depresi. Padahal jika mereka sudah menyerahkan semua hasilnya pada Allah mereka akan lebih berpikir dan berusaha lebih baik lagi. Karena Allah itu akan memberikan sesuatu yang lebih baik dari yang sebelumnya.

By DessyPermatasari

Spiritual quotient (SQ)

Kecerdasan spiritual adalah kemampuan atau kapasitas seseorang untuk penggunaan nilai-nilai agama baik hubungan dengan Allah SWT (Hab lum minallah) dan hubungan sesame manusia (Hab lim min’nannas) yang dapat dijadikan pedoman suatu perbuatan yang bertanggungjawab didunia maupun diakhirat. Kecerdasan Spritual dimana kondisi seseorang yang telah dapat mendengar suara hati karena pada dasarnya suara hati manusia masih bersifat universal, tapi apa bila seseorang telah mampu memunculkan beberapa sifat-sifat dari Allah yang telah diberikan-Nya kepada setiap jiwa manusia dalam bentuk yang fitrah dan suci maka akan memunculkan sifat takwa.

Aspek-aspek Kecerdasaan spiritual

1. Shiddiq

Salah satu dimensi kecerdasan ruhaniah terletak pada nilai kejujuran yang merupakan mahkota kepribadian orang-orang mulia yang telah dijanjikan Allah akan memperoleh limpahan nikmat dari-Nya. Seseorang yang cerdas secara ruhaniah, senantiasa memotivasi dirinya dan berada dalam lingkungan orang-orang yang memberikan makna kejujuran, sebagai mana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”.(At-Taubah : 119)

Shiddiq adalah orang benar dalam semua kata, perbuatan, dan keadaan batinya. Hati nuraninya menjadi bagian dari kekuatan dirinya karena dia sadar bahwa segala hal yang akan mengganggu ketentraman jiwanya merupakan dosa. Dengan demikian, kejujuran bukan datang dari luar, tetapi ia adalah bisikan dari qalbu yang secara terus menerus mengetuk-ngetuk dan memberikan percikan cahaya Ilahi. Ia merupakan bisikan moral luhur yang didorong dari hati menuju kepada Ilahi (mahabbah lilllah). Kejujuran bukan sebuah keterpaksaan, melainkan sebuah pangilan dari dalam (calling from withim) dan sebuah keterikatan (commitment, aqad, i‟tiqad).

Kejujuran dan rasa tanggung jawab yang memancar dari qalbu, merupakan sikap sejati manusia yang bersifat universal, sehingga harus menjadi keyakinan dan jati diri serta sikapnya yang paling otentik, asli, dan tidak bermuatan kepentingan lain, kecuali ingin memberikan keluhuran makna hidup. Dalam usaha untuk mencari Spiritual sifat Shiddiq seseorang harus melalui beberapa hal diantranya adalah :

1. Jujur pada diri sendiri

Salah satu contoh jujur pada diri sendiri adalah pada saat seseorang melakukan sholat, begitu taat dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti seluruh proses sejak dari takbir sampai Spiritual salam.

2. Jujur pada orang lain

Sikap jujur pada orang lain berarti sangat prihatin melihat penderitaan yang dialami oleh mereka. Sehingga, seseorang yang shiddiq mempunyai sikap dan mempunyai jiwa pelayanan yang prima (sense of steweardship). Maka, tidak mungkin seseorang merasa gelisah berada bersama-sama dengan kaum shiddiqiin karena mereka adalah sebaik-baiknya teman yang penyantun dan penyayang serta direkomendasikan Allah. Tidak mungkin para shiddiqiin itu akan mencelakakan orang lain karena didalam jiwanya hanya ada kepedulian yang amat sangat untuk memberikan kebaikan.

3. Jujur pada Allah

Jujur terhadap Allah berarti berbuat dan memberikan segala-galanya atau beribadah hanya untuk Allah.

4. Menyebarkan Salam

5. Istiqomah

Sikap istiqomah ini dapat terlihat pada orang-orang :

    1. Mempunyai tujuan
    2. Kreatif
    3. Menghargai waktu
    4. Sabar

2. Fathanah
Fathanah diartikan sebagai kemahiran atau penguasaan terhadap bidang tertentu, pada hal makna fathanah merujuk pada dimensi mental yang sangat mendasar dan menyeluruh.

3. Amanah
Amanah menjadi salah satu dari aspek dari ruhaniah bagi kehidupan manusia, seperti halnya agama dan amanah yang dipikulkan Allah menjadi titik awal dalam perjalanan manusia menuju sebuah janji. Didalam nilai diri yang amanah itu ada beberapa nilai yang melekat :

      1. Rasa ingin menunjukkan hasil yang optimal.
      2. Mereka merasakan bahwa hidupnya memiliki nilai, ada suatu yang penting. Mereka merasa dikejar dan mengejar sesuatu agar dapat menyelesaikan amanahnya dengan sebaik-baiknya.
      3. Hidup adalah sebuah proses untuk saling mempercayai dan dipercayai.

4. Tabligh
Seorang muslim tidak mungkin bersikap egois atau ananiyah‟ hanya mementingkan dirinya sendiri. Bahkan tidak mungkin mensucikan dirinya tanpa berupaya untuk menyucikan orang lain. Kehadirannya di tengah-tengah pergaulan harus memberikan makna bagi orang lain bagaikan pelita yang berbinar memberi cahaya terang bagi mereka yang kegelapan.

 

Referensi

Ancok, D dan Suroso, F. N. 2001. Psikologi Islami,. Yogyakarta : Penerbit Pustaka Pelajar. Ancok. Dj. 2004. Psikologi Terapan : Mengupas Dinamika Kehidupan Manusia. Cetakan I : Yogyakarta. Penerbit Darussalam.

Anshari. H., 1996. Kamus Psychologi. Surabaya. Usaha Nasional.

Caroline, C. 1999. Hubungan antara Religiusitas Dengan Tingkat Penalaran Moral Pada

Pelajar Madrasah Mu”Allimat Muhammadiyah Yogyakarta. Yoyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

Chaplin, J.P., 2000. Kamus Lengkap Psikologi (terjemahan). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Darwati, T.E., 2003, Hubungan Antara Kemasakan Sosial Dengan Kompetensi Interpersonal

Pada Remaja, Yogyakarta: Fakultas Psikologi UII.

Dister, N.S. 1988. Psikologi Agama. Yogyakarta : Kanisius.

Echols, J.M, and Shadily, H. 1983. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta : Penerbit P.T. Gramedia.

By DessyPermatasari